Gorden Jogja

Suka Desain Tema Industrial? Perhatikan Tips-tips Berikut Ini Ya!

Desain interior industrial mengambil inspirasi dari pabrik yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Bangunan terdiri dari batu bata, beton, besi, dan baja, dirancang untuk bertahan selama bertahun-tahun. Ruang besar dan rapi ini difokuskan untuk menyesuaikan lebih banyak personel untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Namun, seiring berjalannya waktu dan tempat kerja bergeser, pabrik-pabrik yang kokoh ini membutuhkan tujuan baru. Selama beberapa dekade sekarang, bangunan yang ditinggalkan ini telah berubah menjadi tempat tinggal yang indah. Itu adalah langkah yang menghasilkan gaya desain interior yang benar-benar baru, yang terus menginspirasi para desainer hingga saat ini. Tertarik untuk menerapkan desain ini ke rumah kamu? Simak tips-tips di bawah ya!

1. Penggunaan Elemen Beton, Kayu dan Metal
Tips desain interior industrial yang pertama tentunya adalah penggunaan material kasar dan diekspos. Antara lain seperti logam, baja, kayu, besi, aluminium, dan sebagainya. Material-material ini dibiarkan terekspos tanpa finishing sehingga menghasilkan kesan yang kuat. Entah sebagai bahan struktur rumah, furnitur, atau dekorasi.

source : https://www.rukita.co/

2. Perhatikan Material Lantai
Desain interior industrial sangat identik dengan lantai bermaterial semen atau beton yang dipoles. Selain ekonomis, pemilihan material lantai ini juga memperkuat karakter maskulin sekaligus edgy. Untuk menambahkan kesan hangat, tuh, kamu juga bisa pilih lantai berbahan bata, batu, atau kayu parket. Hindarilah menggunakan lantai keramik bermotif karena akan menghilangkan karakter industrial itu sendiri.

source : https://www.bobvila.com/

3. Perhatikan Material Dinding
Tak hanya lantai, pemilihan material dinding juga perlu diperhatikan. Jika tak ingin menggunakan cat, pilihlah material dinding ekspos seperti bata, kayu, atau semen. Pemilihan material ‘mentah’ ini akan memberikan kesan industrial yang atraktif dan artistik. Sesuaikanlah juga dengan dekorasi dan penggunaan material lantai agar tak saling ‘berebut perhatian’.

source : https://www.afrohouseplans.com/

4. Jangan Sepelekan Pencahayaan
Pencahayaan juga merupakan aspek menantang dalam desain interior industrial. Instalasi lampu dengan model eddison light dan lampu track akan memperkuat kesan industrial yang estetik. Kamu juga bisa pilih lampu gantung berbahan besi atau penutup aluminium. Pemilihan warna lampu kuning juga bisa memberikan kesan yang dramatis sekaligus warm.

source : https://gallerialighting.net/

5. Pemilihan Warna
Pemilihan warna juga penting banget, lho, untuk memperkuat visualisasi desain industrial di rumah. Untuk mendapat kesan yang pas maka warna hitam, abu, dan netral bisa jadi pilihan ideal. Warna-warna yang tegas akan memperkuat karakter industrial di rumah. Sedangkan, warna netral akan memberi kesan homey sehingga atmosfernya terasa seimbang.

source : https://id.pinterest.com/dora_tokai/

6. Elemen Struktural Terbuka
Layaknya pabrik, nih, desain interior industrial membiarkan segala struktur rumah terekspos bebas. Seperti langit-langit yang terbuka dan ventilasi yang lebar. Pipa-pipa air pun sengaja terpampang dan menjadi bagian dari dekorasi ruang. Agar lebih elegan, ya, lapisilah pipa-pipa besi dengan warna monokromatik seperti hitam atau abu-abu.

source : https://www.bramblefurniture.com/

7. Perpaduan Furnitur Daur Ulang dan Modern
Kesan vintage tentu tak bisa dilepaskan dari desain interior industrial. Hal ini juga berlaku untuk pemilihan furniturnya. Pilihlah furnitur tanpa finishing sehingga menonjolkan tampilan material aslinya. Seperti furnitur berbahan kayu, besi, atau aluminium.

source : https://pritihome.com/

Nah, itu tadi beberapa tips yang bisa kamu coba terapkan kalau kamu akan menata ulang desain interior rumah kamu menjadi desain tema industrial. Semoga bisa memberikan kamu pencerahan dan membantu kamu ya!

Scroll to Top